Tag: jalan raya

Dari Supratman Ke Setia Budi Naik Motor Selama 30 Menit

Dari Supratman Ke Setia Budi Naik Motor Selama 30 Menit Ilustrasi

Siang tadi iseng mau menghadiri acara gratisan di Jl Setia Budi Bandung. Berangkat dari Jl. Supratman sekitar pukul 2 siang kurang 10 menit. Acara gratisan itu sebanarnya cuma duduk dan mendengarkan saja. Lalu pulang. Acara yang mau dihadiri itu mulai jam 13:30. Artinya berangkat dari Jl. Supratman Bandung itu sudah telat 20 menit.

Jadilah mau tidak mau motor umur 13 tahun lebih ini digas terus naik ke jalan Setia Budi. Ternyata walau suasana sudah Jumat, jalan masih ramai juga. Dikirain jalan agak lenggang sedikit, banyak yang istirahat setelah Jumat. Dari bawah sampai Setia Budi terpaksa harus konsentrasi penuh. Biasanya memang pernah ukur waktu kalau dari Supratman ke simpang Gerlong atau Geger Kalong memakan waktu 30 menit juga. Cuma ini tempat yang dituju di ujung jalan Setia Budi. Lebih naik ke atas. Dan pada saat tiba mau di puncak jalan Setia Budi atau mau masuk Terminal Ledeng, jalan macet juga ternyata.

Malah itu jam siang hari, banyak bus naik ke atas arah Lembang. Jadilah kepadatan lalu lintas ke arah atas makin ramai. Bus-bus yang naik ke atas itu adalah bus pariwisata. Cuma kenapa jam naiknya siang hari. Biasanya pagi hari. Bagus juga sih kalau naik ke atas bukan jam-jam liburan panjang. Kalau jam-jam liburan panjang jadilah tambah parah jalanan ke atas.

Ada yang bikin bersyukur waktu naik motor dari Supratman ke Setia Budi. Pas start awal ada partner yang sepertinya juga mencoba menghemat waktu naik kendaraan di jalan raya. Jadilah tersulut untuk tandem dengan partner ini. Cuma baru sampai awal, sepertinya beda arah.

Gara-gara tersulut itu, akhirnya sampai terus tanjakan ke Setia Budi, motor terus digas. Tidak digas juga, kalau ada lampu merah tetap berhenti. Cuma yah itu, naik jalan ke Setia Budi, ramai terus jalannya. Apalagi pas pulangnya, sudah seperti biasa, sepanjang dari ujung jalan Setia Budi bagian atas sampai bawah, kecepatan mobil paling cepat enam puluh kilometer per jam. Kalau pas pulangnya sudah santai, karena acara sudah selesai. Malah tadi juga bela-belain beli ubi cilembu bakar yang di samping simpang Geger Kalong.

{ Add a Comment }

Fenomena di jalan raya belok tanpa memberi lampu sen

Sekurang-kurangnya jika kita tidak sabar dalam membawa kendaraan di jalan raya, tentu beragam kata-kata yang tidak sepantasnya keluar dari mulut kita keluar begitu saja. Hal ini sangat wajar, karena di jalan raya ada beragam peristiwa yang beraneka ragam yang kadang bisa membuat kita tertawa hinga terpingkal-pingkal namun terkadang juga tak jarang membuat kita kesal dengan ulang para pengendara yang ugal-ugalan atau membawa kendaraan mereka seenaknya. Nah salah satu yang sering kali terjadi adalah pengendara yang tiba-tiba saja berbelok tanpa memberi aba-aba seperti lampu sein, padahal hal ini penting untuk memberitahu pengendara lain dibelakangnya agar berhati-hati karena pengendara didepannya akan berbelok. Banyak terjadi kecelakaan salah satunya adalah karena hal ini. Padahal tidaklah sulit untuk menyalakan lampu sein tinggal pencet, dan ini akan memberikan rasa aman karena pengendara di belakang akan berhati-hati ketika pengendar didepannya memberikan lampu sein.

Bukan satu dua orang, yang melakukan kebiasaan buruk ini, sangat banyak sekali dijalanan yang mengabaikan hal ini. Belum lagi fenomena menerobos lampu merah yang mungkin hal ini sudah tidak bisa dielakan lagi terutama di kota-kota besar yang padat dengan aktivitas khususnya bekerja, seperti jakara. Padahal taat dan mematuhi peraturan lalu lintas adalah sarat mutlak yang wajib dipatuhi oleh semua pengendara, baik pengendara roda dua dan pengendara roda empat. Be safety dan membawa surat-surat lengkap setiap harinya sudah sepatutnya dilakukan oleh pengendara ketika membawa kendaraannya ke jalanan. Menurut saya aparat kepolisian lebih harus memberikan sanksi tegas bagi pengendara yang keadapatan melakukan berbagai macam pelanggaran tersebut, karena kebiasaan buruk berkendara semaunya dijalan sangat-sangat membahayakan kendaraan lain dibelakangnya.

Masyakarat indonesia harus lebih perduli lagi, dan belajar dan berkaca pada negara-negara tetangga misalnya seperti malaysia dan singapura yang masyarakatnya sangat tertib dan patuh pada peraturan lalulintas. Ugal-ugalan dijalan, belok seenaknya, menerobos lampu merah sudah menjadi makanan sehari-hari, namun bukan berarti kita tidak bisa mengubah kebiasaan buruk ini, pelan-pelan kita bisa kok mengubah kebiasaan buruk ini, sampai bisa benar-benar menghilangkannya, tentunya hal ini akan terwujud bila kita sama-sama memiliki keinginan yang kuat untuk menciptakan ketertiban dan keamanan serta kenyamanan di jalan raya.

 

 

{ Add a Comment }